Rose

Rose Karena mawar itu berduri maka ia mampu menjaga keindahan kuntum kuntumnya Tetapi Mawar gadis tomboy sekaligus jago karate yang senang mendaki gunung ini tak hanya dituntut menjaga dirinya sendiri

  • Title: Rose
  • Author: Sinta Yudisia
  • ISBN: 9786028277464
  • Page: 364
  • Format: Paperback
  • Karena mawar itu berduri, maka ia mampu menjaga keindahan kuntum kuntumnya Tetapi, Mawar, gadis tomboy sekaligus jago karate yang senang mendaki gunung ini, tak hanya dituntut menjaga dirinya sendiri Ia harus mengembalikan kehormatan keluarganya yang tercabik cabik.Ketika Cempaka, Sang Kakak nan cantik dan menjadi idola semua pria bermaksud menggugurkan bayi dari hasil hKarena mawar itu berduri, maka ia mampu menjaga keindahan kuntum kuntumnya Tetapi, Mawar, gadis tomboy sekaligus jago karate yang senang mendaki gunung ini, tak hanya dituntut menjaga dirinya sendiri Ia harus mengembalikan kehormatan keluarganya yang tercabik cabik.Ketika Cempaka, Sang Kakak nan cantik dan menjadi idola semua pria bermaksud menggugurkan bayi dari hasil hubungan di luar nikahnya, Mawar menentang keras Ketika si bayi akhirnya lahir dan Cempaka mencampakkannya, Mawar pun merawat Yasmin, si bayi itu Ia rela orang orang mengira bahwa Yasmin adalah anaknya, padahal ia tak bersuami, sementara Cempaka, melenggang dalam karirnya tanpa ada yang mencurigai asal usulnya.Ketika sang ibu terjebak dalam lilitan hutang, yang membuat rumah mereka disita dan mereka semua harus pergi dari rumah antik peninggalan almarhum ayah mereka, Mawar pun memimpin kebangkitan keluarga dengan bersusah payah mencari nafkah.Bahkan, Mawar pula yang berjuang keras membiayai kuliah Melati, adiknya yang bungsu di Fakultas Kedokteran, sementara kuliahnya sendiri terlantar, karena sibuk bekerja.Bagaimana jika semua pengorbanan itu seperti tak mendapatkan balasan

    • Rose « Sinta Yudisia
      364 Sinta Yudisia
    • thumbnail Title: Rose « Sinta Yudisia
      Posted by:Sinta Yudisia
      Published :2019-08-13T07:39:24+00:00

    About " Sinta Yudisia "

  • Sinta Yudisia

    Penulis asal daerah poci Tegal ini, punya nama lengkap Sinta Yudisia Wisudanti Penulis pernah kuliah di STAN Jakarta sampai tingkat II, mengaku aktivitas tulis menulisnya sebagai bentuk penyaluran dari hobinya berkorespondensi dan membaca Tak heran kalau tulisan tulisan fiksinya sangat beragam mulai melodrama, komedi, science fiction, historical fiction, sampai cerita cerita perjuangan dengan latar dalam dan luar negeri yang kerap menghiasi berbagai media cetak, terutama majalah Annida.

  • 395 Comments

  • "Tuhan ternyata tidak pernah melupakan doa-doa. Bahkan ketika manusia sudah melupakan apa yang pernah dimintanya" [h. 295]yukbacabukuislam.i


  • Seperti The Road to The Empire, buku mb Sinta ini ludes dalam satu malam. Saya berhasil dibikin mewek. Sedikit-sedikit tergugu, memikirkan diri dan hati sendiri. Konflik Mawar dan keluarganya begitu familiar. Mungkin juga familiar bagi banyak pembaca lainnya. Sekalipun demikian, novel ini terus menawarkan cermin dan menyodorkan banyak pelajaran.Sangat berharap, mb Sinta akan terus melahirkan karya berkualitas dan istiqamah berdakwah dalam tulisan.***[Ulasan Buku]Membaca fiksi dengan tokoh utama [...]


  • saya percaya, apapun idenya, akan melahirkan karya yang baik jika diolah oleh tangan yang tepat. Novel ini telah membuktikannya. Tema dan jalinan cerita yang umum dijumpai dalam drama televisi - empat kakak beradik perempuan yang yatim dan berbeda karakter, harus bergelut dengan lika-liku hidup terkait kekurangan uang, ibu yang jatuh sakit, salah satu anggota keluarga hamil diluar nikah, diteror para broker saat agunan rumah telah jatuh tempo, dst - di tangan mbak Sinta Yudisia mampu menjelma se [...]


  • Rose,Akhirnya sampai juga buku ini dalam genggaman, saat mulai membaca aq benar – benar tidak punya gambaran sedikitpun buku ini bercerita tentang apa. Sinta Yudisia sudah merupakan jaminan bacaan bagus dan berbobot bagiku. Jadi saat ditag mbak Sinta review buku ini via fesbuk, aq langsung skip. Bukannya ga suka, tapi ogah dapet spoiler, soalnya direview biasanya ada spoilernya. Bahkan saat mengambil buku ini dari rak, aku tidak mengintip sinopsi dibelakangnya. Padahal membaca sinopsis buku ad [...]


  • Ikhlas, sebuah kata yang sering terucap tapi tak selalu mudah ketika dijalani. Keikhlasan, tidak berarti meniadakan kekecewaan ataupun kesedihan. Ikhlas hanya berarti dua: bersyukur dengan nikmat, dan bersabar dalam ujian.Novel ini kaya. Kaya tokoh, kaya konflik, sekaligus kaya pesan.Dengan Mawar sebagai tokoh sentral, porsi saudara-saudaranya yang lain Dahlia, Cempaka, dan Melati tetap seimbang. Bahkan karakter kawan-kawan merekapun tetap tereksplor dengan baik, sehingga tak ada tokoh yang domi [...]


  • Read more: hereDi dalam novel ini, pembaca akan disajikan proses metamorfosis tokoh-tokohnya. Bagaimana mereka yang awalnya biasa-biasa saja dari segi pemahaman agama, hingga menjadi sosok yang selalu melibatkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan. Dan betapa tidak mudahnya jalan yang harus mereka lalui menuju ke sana, terutama Mawar sebagai tokoh sentralnya.Jika dibandingkan karya Sinta Yudisia yang berjudul Existere, novel ini lebih ringan, alurnya juga lebih cepat. Pendeskripsian penulis [...]


  • Boekoe ini lebih dari lajak oentoek disinetronkan! Tentoe sadja kalaoe djadi disinetronkan, saja harap djadinja tak bakal senorak sinetron Catatan Hati Seorang Istri dan Aisyah Putri >,<Inspiratif banget. Ada ja tjewek kajak Rose masih hidoep di doenia ini? Masyaallah >,<Akoe soeka tokohnja jang jaoeh dari kesan Marie Soee. Rose ga tjantik, tjerdas terlaloe djoega tidak, popoelar djuga kagak. Tapi mwah, dia tjalon bidadari soerga. Soenggoeh akoe ingin ketemoe ROSE jang sebenarnja kal [...]


  • kisah dalam buku ini benar-benar menggugah kesadaran kita bahwa ya, selalu, Allah menjawab doa-doa, di masa yang tepat, bahkan saat manusia melupakan apa yang pernah dipintanyangajarkan pula bahwa kebohongan hanya melahirkan kelelahan yang tiada habisnyangingatkan saya juga bahwa rasa syukur itu ternyata harta berharga :)





  • Yang menarik dari novel ini adalah, mbak Sinta berhasil menampilkan karakter tokoh-tokohnya secara berimbang, tidak hitam putih.





  • Post Your Comment Here

    Your email address will not be published. Required fields are marked *